Sunday, 1 May 2016

Perancangan Strategis Sistem Informasi - 12 ( Persamaan perencanaan strategis SI/TI organisasi pemerintah dan perusahaan)

Persamaan perencanaan strategis SI/TI

Persamaan perencanaan strategis SI/TI antara organisasi pemerintah dan perusahaan, sebagai berikut :

a.      Perencanaan strategis SI/TI keduanya disusun untuk pelaksanaan proses bisnis pemerintahan maupun perusahaan yang lebih efisien, seperti efisiensi birokrasi, administrasi, dan koordinasi antar tingkatan manajemen maupun antar pejabat dengan pegawai/bawahan dan masyarakatnya.
b. Perencanaan strategis SI/TI keduanya disusun untuk meningkatkan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum, sehingga keterbukaan (transparansi) hubungan yang diharapkan antara ketiga pihak menjadi lebih baik.
c.     Perencanaan strategis SI/TI keduanya disusun untuk optimalisasi terhadap pelayanan publik (pemerintah) dan konsumen (perusahaan) yang lebih baik, sehingga pelayanan informasi yang dibutuhkan masyarakat secara online dapat disediakan.
d.   Perencanaan strategis SI/TI keduanya disusun untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh, sehingga dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya terhadap pelayanan publik yang disediakan (pemerintah) maupun produk yang akan dibeli (perusahaan).

Perbedaan perencanaan strategis SI/TI antara organisasi pemerintah dan perusahaan, sebagai berikut :

a.     Perencanaan strategis SI/TI dari sisi perencanaan dan pengembangan SI/TI pada lingkungan pemerintah cendrung tidak memiliki master plan/blue print yang jelas untuk jangka panjang, sedangkan pada perusahaan program kerja perencanaan dan pengembangan SI/TI jangka panjang jelas dan tertata rapi.
b.      Perencanaan strategis SI/TI dari sisi SDM, pada lingkungan pemerintah sebagian besar SDM yang dimiliki berasal dari seleksi penerimaan pegawai dengan latar belakang pendidikan maupun tingkat profesionalitas yang tidak sesuai dengan bidang SI/TI yang dikelola, namun berbanding terbalik dengan perusahaan yang selektif dalam pemerimaan karyawan yang sesuai dengan profesionalitas bidang SI/TI yang dikelola karena keberlanjutan perusahaan terletak ditangan karyawan-karyawan yang profesional di bidangnya (right man in the right place).
c.     Perencanaan strategis SI/TI pada Pemerintah cenderung statis dalam pengembangan kerangka perencanaan SI/TI karena dipengaruhi oleh kebijakan dan masa kepemimpinan oleh pejabat tertentu sedangkan pada Perusahaan sangat fleksibel dan dinamis karena berpacu dengan persaingan bisnis yang sangat tinggi antar perusahaan.
d.      Perencanaan strategis SI/TI dari sisi sumber dana (anggaran) pada lingkungan sangat terbatas untuk bisa melakukan pengembangan SI/TI karena dibatasi oleh pagu anggaran yang ditetapkan setiap tahun dan peraturan (eksternal) yang mengikat tentang penggunaan anggaran, sedangkan pada perusahaan dalam pelaksanaan proyek pengembangan SI/TI untuk kemajuan perusahaan dana/anggaran akan selalu tersedia dan fleksibel (hanya tergantung peraturan internal perusahaan).

Saturday, 23 April 2016

Perancangan Strategis Sistem Informasi - 11 ( Pengelolaan Strategi Sistem Informasi )

Pengelolaan Strategi Sistem Informasi

Tantangan Pengelolaan TI
  1. Perubahan teknologi (TI) semakin cepat. 
  2. Aplikasi dan data semakin banyak overload informasi.
  3. Perkembangan bisnis yang semakin sadar teknologi. 
  4. Perubahan bisnis semakin kompleks dan penuh tantangan (mis: kenaikan harga menuntut efisiensi dsb)
Pengelolaan TI
  1. Merupakan Struktur dan Proses.
  2. Berupa Aturan dan Kebijakan.
  3. Bagian dari kerangka Good Corporate Governance (accountability & transparency) khususnya bidang TI.
  4. Memaksimalkan pemanfaatan TI (terutama optimalisasi sumber daya yang tersedia) untuk pencapaian tujuan organisasi.
  5. Bentuk tanggungjawab pihak top management thd keselarasan Strategi TI dan Strategi Bisnis.
Fokus Pengelolaan TI
  1. Distribusi pengambilan keputusan ==> dalam kerangka pengelolaan TI.
  2. Aturan dan prosedur dalam pembuatan serta monitoring kebijakan terkait dengan pengembangan TI pada suatu organisasi.
Apa Saja Yang Akan Dikelola
  1. IT infrastructure.
  2. IT technical skills.
  3. IT development.
  4. Cost-effective IT operations.
Kemungkinan Kegagalan Implementasi TI
  1. Technical failure
  2. Data failure.
  3. User failure.
  4. Organizational failure.
  5. Failure in business environment.
Aset Utama Perusahaan
  1. Sumber Daya Manusia
  2. Aset Keuangan
  3. Aset Fisik
  4. Kekayaan Intelektual
  5. Aset informasi (termasuk TI)
  6. Aset berupa relasi (pelanggan, partner, dll)
Kemampuan Dasar Pengelola TI
  1. Berperan sebagai PEMIMPIN
  2. Mampu mengelola dan mengalokasikan sumberdaya.
  3. Mampu berkomunikasi dengan seluruh lini yang ada.
  4. Memiliki sifat sebagai seorang entrepreneur.
  5. Mampu berkomunikasi dengan lingkungan luar perusahaan.
  6. Mampu memonitor dan mengikuti perkembangan bisnis yang terjadi

Friday, 15 April 2016

Perancangan Strategis Sistem Informasi - 10 ( IT Sourcing Part 3 )

 IT Sourcing Part 3
Alasan Melakukan Outsourcing

  1. Alasan organisasi
  2. Alasan perbaikan kinerja
  3. Alasan keuangan
  4. Alasan penghasilan
  5. Alasan biaya
  6. Alasan sumber daya manusia
Alasan Tidak Melakukan Outsourcing
  1. Ketidakpastian
  2. Kurangnya pengawasan
  3. Potensi konflik
  4. Ketidaksenangan karyawan
  5. Alasan finansial
Tujuan & Risiko Outsourching  
 
 
Jenis-Jenis Outsourching
  • Contracting
Merupakan bentuk penyerahan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga yang paling sederhana dan merupakan bentuk yang paling lama. Langkah ini adalah langkah berjangka pendek, hanya mempunyai arti taktis dan bukan merupakan bagian dari strategi (besar) perusahaan tetapi hanya untuk mencari cara yang praktis saja.
  • Outsourcing
Penyerahan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga dengan tujuan untuk mendapatkan kinerja pekerjaan yang profesional dan berkelas dunia. Diperlukan pihak pemberi jasa yang menspesialisasikan dirinya pada jenis pekerjaan atau aktivitas yang akan diserahkan.

  • In Sourcing
Kebalikan dari outsourcing, dengan menerima pekerjaan dari perusahaan lain. Motivasi utamanya adalah dengan menjaga tingkat produktivitas dan penggunaan aset secara maksimal agar biaya satuannya dapat ditekan dimana hal ini akan meningkatkan keuntungan perusahaan. Dengan
demikian kompetensi utamanya tidak hanya digunakan sendiri tetapi juga dapat digunakan oleh perusahaan lain yang akan meningkatkan keuntungan.
  • Co-Sourcing
Jenis hubungan pekerjaan dan aktivitas dimana hubungan antara perusahaan dan rekanan lebih erat dari sekedar hubungan outsourcing. Contohnya adalah dengan memperbantukan tenaga ahli pada perusahaan pemberi jasa untuk saling mendukung kegiatan masing-masing perusahaan.

  • Benefit-based-relationship
Hubungan outsourcing dimana sejak semula kedua belah pihak mengadakan investasi bersama dengan pembagian pekerjaan tertentu. Dengan demikian masing-masing pihak akan saling mendukung dan saling tergantung. Pembagian keuntungan telah dibicarakan pada saat awal kesepakatan kerjasama.

 

© 2013 CodeWar. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top